Dari referensi yang kudapatkan di Wikipedia, bokeh berasal dari bahasa Jepang "boke" yang artinya adalah
blur. Mendapat akhiran "h" karena orang barat cenderung mengucapkan
boke sebagai bok, seperti mereka mengucapkan
joke. Dan bokeh alias blur itu kuartikan sebagai "kabur" dalam bahasa yang kumengerti. Lantas, kenapa gambar yang mbokeh alias kabur justru diidolakan oleh orang-orang?
Pertama kali yang perlu diketahui adalah bahwa lensa memiliki karakter
depth of field atau DOF, yaitu bagian yang bisa dianggap fokus yang berada di depan atau belakang obyek foto. Dengan memainkan DOF tersebut kita bisa menentukan bagian mana yang akan kita tonjolkan kepada pengamat foto dan mengaburkan bagian lain yang bisa mengacaukan pandangan. Nah, bagian yang kabur inilah yang disebut bokeh.
Meskipun kabur, adakalanya bokeh yang dihasilkan justru mengacaukan pandangan dan menenggelamkan
point of interest. Ini disebut sebagai
bad bokeh.